Minggu, 02 Oktober 2016

HOK ARTINYA BELAJAR

Awalnya Basuki Tjahaja Purnama kecil hanya penduduk Desa Guntung, Kabupaten Belitung Timur. Di desa Ahok berhasil menamatkan sekolah SD Negeri III  dan SMP Negeri I Gantug. Sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta dan bersekolah di SMA III PSKD (1984), lalu melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral (1989) dan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya (1994).  

Selama di Jakarta ia diasuh oleh seorang wanita Bugis beragama Islam, perempuan itu bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Sebelum mendiang ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama, meninggal dunia ia telah menitipkan Ahok remaja kepada ibu Misribu, yang merupakan keturunan raja Bone, selama menuntut ilmu di Jakarta.  Ibu Misribu lah orang yang pertama kali percaya bahwa suatu hari kelak Ahok menjadi orang besar dan menolong orang banyak dari jabatannya. 

Nama panggilan Hok berasal dari ayahnya. Sang ayahnya ingin Basuki menjadi orang yang sukses dan memberikan panggilan khusus buatnya, yakni " Banhok", berasal dari kata " Ban" artinya puluhan ribu, "Hok" artinya belajar. Jika digabungkan "Ban-Hok" maknanya adalah "belajar di segala bidang"

Setelah lulus kuliah Ahok mulai bekerja dan berkarier. Ia pernah menjadi Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparancy, Direktur PT. Nurindra Ekapersada, staf dan direksi bidang analisa biaya dan keuangan PT. Simaxindo Primadaya, Membangun cikal bakal Kawasan Industri Air Kelik, sampai ia akhirnya berkarier di bidang politik. Ia menemumpuh karier politiknya dari bawah ( DPRD Tingkat 2 ) sampai ke tingkat pusat, kemudian melesat menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowidodo kala itu, sampai ia kini menduduki kursi DKI I kini. 

Selama berkuasa, Ahok banyak melakukan perubahan-perubahan yang signifikan. Walau demikian segala kebijakannya kerap mengundang perlawanan dari berbagai macam pihak. Tapi Ahok tergolong pemimpin yang berani, mulai menghadapi kisruh anggaran siluman, hak angket yang mengancam kedudukannya, kisruh RS, Sumber Waras, melakukan penggusuran pemukiman di beberapa tempat , dsb. Belum lagi yang menyudutkannya karena Ahok berasal dari etnis minoritas di Indonesia. Tapi semua itu berani ia hadapi, entah dengan melakuan serangan balik atau cukup menanggapinya dengan goyon sambil cengangas cengenges.

Salah satu daya tarik Ahok, khusunya kalangan anak muda Jakarta adalah sikapnya yang  apa adanya, suka melontarkan kata-kata blak-blakkan, terkadang membuat lawan politiknya geram. bikin. Dari sikapnya yang nyebelin tapi jujur itulah ia mendapat kepercayaan banyak orang. Walhasil, dukungan untuk Ahok makin bertambah besar, terutama dengan munculnya sekelompok anak muda yang menamakan dirinya Teman Ahok. Dengan suka rela mereka bekerja untuk menggalang dana dan masa agar Ahok dapat maju lagi menjelang polkada DKI Jakarta nanti melalui jalur independen. 

Karena memiliki daya "jual" tinggi, Ahok kemudian dilirik dan diusung beberapa parpol untuk maju lagi menjadi DKI I. Bagaimana dengan nasib Teman Ahok kini...?? Apakah di tinggal Ahok yang telah ikut membesarkan namanya...?? Tentu saja tidak. Ahok dan Teman Ahok masih tetap solid sampai saat ini. Nampkanya satu sama lain ingin terus belajar. Belajar memperbaiki diri dan lingkungan. Tak salah lagi dengan sebutan "Hok" (belajar) yang pernah diberikan mendiang ayahnya, Indra Tjahaja Purnama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar