Entahlah.., persisnya sejak kapan saya seneng bikin tulisan. Mungkin sejek duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (es-em-pe), di mana tiap ada pelajaran bahasa Indonesia, khususnya karang mengarang saya paling bersemangat. Apa lagi kalau pak guru memberi tugas mengarang bebas. Murid lain satu jam lebih belum kelar, saya baru setengah jam sudah kelar, tiga halaman polio penuh terisi. Saya nggak perduli soal tanda baca, tema yang menceng kesana kemari, pokoknya yang penting imajinasi saya tersalurkan.
Rupayang haus mengelurkan kata-kata berlanjut sampai sekarang. Terlebih istri tercinta dengan senang hati men-suport-nya. Sebelum saya buka laptop dia sudah menyediakan kopi atau teh manis, supaya insfirasi mengalir deras, katanya..
Berkat dorongan istri dan gairah ber-fantasi saya yang cukup menggembu, maka akhir-akhir ini sayapun rajin buka website tentang cara menulis yang benar tapi juga komersil, dari para pakar penulis yang sudah berpengalaman. Soal komersialisasi tulisan untuk orang seukuran saya nggak usah berpikir muluk-muluk dulu . Sudah dapat menghasilkan dua atau tiga halaman saja tiap malam sudah lumayan, sudah bikin hati istri senang. Bukan apa-apa..., istriku sebel banget kalau saya begadang di depan laptop cuma buat nonton video youtobe atau cuma facebookan sambil ber- wkwkwkwkwkkw nggak jelas. Tentu saja pendapatnya nggak salah, tapi juga nonton youtobe atau facebookan semalaman suntuk bukan sesuatu yang salah-salah banget. Malah justru, kalau insfirasi sedang macet baiknya di bawa rilex. Alihkan pikiran pada hal-hal yang fun..Dan itu sering kali joss untuk memancing ide-ide baru untuk menjadi tulisan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar